Sejarah

Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe adalah salah satu fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe yang memiliki visi, misi, dan tujuan-tujuan tertentu yang dalam pelaksanaannya didanai dan mengacu pada kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Institut. Dalam melaksanakan kegiatannya, fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe memiliki fungsi dan tugas tertentu sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. Sejak didirikan pada tahun 2017, fakultas Syariah berjuang menghasilkan lulusan Sarjana yang diperlukan untuk mengisi kekurangan tenaga hakim, konsultan dan ahli dalam bidang hukum Tata Negara yang diperlukan oleh masyarakat dan Pemerintah. Fakultas Syariah menerapkan sistem Pendidikan 4 (empat) tahun yang sesuai dengan izin pendirian fakultas pada tahun 2016. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah mulai awal tahun 1990-an.
Fakultas Syariah pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe lahir setelah perubahan dan peningkatan status Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Malikussaleh Lhokseumawe menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe berdasarkan Keputusan Presiden (KEPRES) No. 2 tanggal 5 Januari 2004, yang selanjutnya diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ibu Megawati Soekarno Putri pada tanggal 08 Maret 200adalah dengan berubahnya status STAIN menjadi IAIN melalui PERPRES.RI NO. 72/ 2016 tentang perubahan status STAIN menjadi IAIN. Seiring bertambahnya peminat untuk studi di IAIN terus meningkat dan yang lebih menggembirakan lagi , para calon mahasiswa bukan hanya dari lingkungan kota Lhokseumawe dan Aceh utara, akan tetapi juga dari seluruh penjuru propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireuen dan bahkan ada yang berasal dari luar propinsi. Saat ini, fakultas Syariah terus melakukan inovasi keilmuan yang berkelanjutan dalam rangka menyikapi globalisasi zaman yang sarat dengan persaingan. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dosen adalah pembenahan prioritas yang dilakukan agar pelayanan intelektual kepada mahasiswa lebih baik dan memuaskan.
Pengembangan fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe dikembangkan atas dasar pemikiran untuk memperkuat dan memperkaya program studi kependidikan serta profesi kependidikan, khususnya untuk pengembangan prodi-prodi di bawah naungan fakultas Syariah. Sampai saat ini, fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe tetap berupaya dan berjuang agar para lulusan program studi fakultas Syariah nantinya bisa mengisi lapangan kerja di Syariah baik di lingkungan masyarakat, pemerintah khususnya di kota madya Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara dan dan Provinsi Aceh.
Dengan adanya bantuan dari pemerintah Daerah Aceh dan Pemerintah pusat Indonesia melalui APBA dan APBN dalam bentuk bantuan dana pembangunan gedung dan kelengkapannya termasuk peralatan laboratorium fakultas Syariah yang relevan dan bisa digunakan oleh program studi yang cukup modern serta pelatihan-pelatihan tenaga kependidikan. Sekarang ini program fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk dapat mendukung pelatihan-pelatihan di bidang kepengacaraan, politik, hukum acara peradilan agama, dan hukum tata negara. Dalam proses pembelajaran, fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe juga ditunjang oleh Perpustakaan program studi dan Perpustakaan Kampus yang memadai, sehingga proses pembelajaran semakin efektif dan efisien.
Kualifikasi pendidik fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe saat ini dianggap cukup menunjang untuk pengembangan fakultas Syariah. Hal tersebut sebagai hasil program pengembangan staff melalui studi lanjut, baik di dalam maupun di luar negeri, training, partisipasi dalam kegiatan ilmiah nasional dan internasional, serta seminar dan lokakarya inovasi-inovasi pembelajaran dan keilmuan. Sekarang ini semua dosen di fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe memiliki kualifikasi pendidikan minamal S2 dan S3 dengan komposisi keahlian yang relatif terdistribusi merata ke dalam bidang-bidang ilmu, baik ilmu Hukum, ilmu Syariah, maupun ilmu Astronomi yang diajarkan dan dikembangkan oleh masing-masing program studi. Profesionalitas tenaga pengajar dalam bidang spesifik diperkuat pula oleh kegiatan-kegiatan pelatihan di dalam dan di luar negeri.
Pada tahun 2021 fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe memprogramkan seluruh tenaga edukatif minimal telah memiliki kualifikasi S3. fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe didukung oleh 22 orang tenaga dosen tetap, yang terdiri dari 14 orang dosen tetap PNS dan 18 orang Dosen Tetap Non PNS, dengan kualifikasi pendidikan 5 orang Doktor, dan 17 orang Magister. Sementara jumlah mahasiswa yang terdaftar di Fakultas Syariah sampai dengan tahun ajaran 2017/2021 adalah sebanyak 910 orang.
Dengan sarana dan prasarana serta kualifikasi tenaga staff akademik, sekarang ini fakultas Syariah mulai mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran dalam upaya meningkatkan kualitas output dan outcome. Selain keperluan internal, fakultas Syariah juga telah melakukan kolaborasi dengan lembaga-lembaga dalam kaitannya dengan peningkatan proses pembelajaran yang mencakup pengembangan metode, materi ajar, dan Assesment. Kolaborasi tersebut diaplikasikan baik dalam bentuk program piloting maupun dalam bentuk seminar, workshop, maupun pelatihan.